Panduan Kegiatan Workshop Peningkatan Kemampuan Guru ddalam Penyusunan RPP Berbasis TIK

PANDUAN KEGIATAN

WORKSHOP PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SD NEGERI MUKTI USMAN

HARI/TANGGAL : KAMIS, 14 SEPTEMBER 2016

PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG
2016

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa. Dalam kegiatan pembelajaran terjadi proses transpormasi ilmu pengetahuan serta nilai-nilai sikap baik sikap spirtual maupun sikap sosial. Pada saat proses pembelajaran berlangsung terjadi interaksi antara guru dengan siswa yang memungkinkan bagi guru untuk dapat mengenali karakteristik dan potensi bakat yang dimiliki oleh siswa. Sebaliknya para siswapun memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan bakat yang dimilikinya sehingga potensi dan bakat tersebut dapat berkembang dengan optimal.

Guru diharapkan mampu mengenali potensi para siswanya dengan cara melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bersifat aktif. Pembelajaran yang dilaksanakan tidak berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa. Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan pembimbing sehingga siswa memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

Proses pembelajaran yang dilaksanakan sebagian besar guru saat ini masih dominan terpusat pada guru, atinya guru yang berperan aktif dalam kegiatannya. Salah satu indikator yang menunjukkan guru masih dominan adalah gruru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah sehingga para siswa lebih banyak bersifat pasif sebagai pendengar. Akibatnya para siswa merasa jenuh dan bosan mengikuti kegiatan pemebelajaran karena proses pebelajaran seperti itu kurang mendorong siswa untuk ikut serta berpartisifasi aktif. Dalam hal ini guru perlu menerapkan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajara siswa sehingga diperoleh hasil belajar yang maksimal.

Motivasi adalah hal penting dalam kegiatan belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan memiliki semangat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Setiap siswa juga memiliki motivasi akan memacu semangat bersaing dengan teman-temannya dan akan menumbuhkan iklim belajar yang baik sehingga tujuan pemebelajaran dapat tercapai sesuai dengan harapan dan kegiatan pembelajaran akan lebih bermakna dan berkualitas.

Upaya yang dapat diterapkan untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa yaitu dengan menyusun perencanaan pembelajaran yang sesuai. Penerapan metode dan strategi pembelajaran yang tepat akan mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut terlibat secara katif dalam kegiatan pembelajaran.

Perkembangan teknolgi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesatnya. Guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan menggunakan teknologi tersebut. Guru harus mampu memanfaatkan penggunaan TIK dalam salah satu tugas rutinnya dalam Peyusunan Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) yang akan diguankan dalam kegiatan pembelajaran di kelasnya.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka dipandang perlu untuk mengadakan workshop peningkatan kemampuan guru-guru SD Negeri Mukti Usman dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

 

  1. Dasar Hukum

Dasar hukum yang melandasi kegiatan workshop peningkatan kemampuan guru dalam penyusunan RPP berbasis TIK adalah:

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional
  2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah
  6. Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
  10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
  11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah.
  12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
  13. Hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SD Negeri Mukti Usman Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang Tahun 2015

 

  1. Tujuan
  2. Tujuan Umum

Tujuan umum dari kegiatan workshop ini adalah untuk meningkatkan kompetensi kepribadian, sosial, manjerial, dan kewirausahaan calon kepala sekolah.

  1. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari kegiatan workshop adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan RPP berbasis TIK melalui kegiatan workshop.

  1. Sasaran

Guru kelas dan guru mapel serta guru ekskul SD Negeri Muktim Usman

 

  1. Hasil yang Diharapkan
  • Bagi Calon Kepala Sekolah

Calon Kepala Sekolah memiliki kemampuan dalam mengawal terlaksananya kegiatan Workshop secara baik dengan menunjukkan penerapan nilai spiritual, jiwa kewirausahaan, dan kepemimpinan pembelajaran dalam setiap tindakan yang dilakukan.

 

  • Bagi Guru

Meningkatkan kemampuan guru dalam penyususnan RPP berbasis TIK sehingga dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di SD Negeri Mukti Usman Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

RENCANA PELAKSANAAN PROGRAM

  1. NAMA KEGIATAN

Workshop Penyusunan RPP Berbasis TIK di SD Negeri Mukti Usman

 

  1. PELAKSANAAN
  2. Waktu dan Tempat penyelenggaraan

Hari/Tanggal              : Kamis, 15 Sepetember 2016

Pukul                          : 07.30 s.d. 15.00 WIB

Tempat                       : Ruang Kelas 6 SD Negeri Mukti Usman

Pertemuan selanjutnya dengan pola pendampingan secara individual dengan Tutor Sebaya.

 

  1. Peserta

Seluruh guru yang ada di SD Negeri Mukti Usman

 

  1. Metodologi

Metode yang digunakan : seramah, tanya jawab, demonstrasi dan pemberian tugas latihan

 

  1. Nara Sumber

Ade Dahlan Hidayat, S.Pd., M.M.Pd. (Pengawas SD UPTD Pendidikan Kecamatan Tanjungsiang)

 

  1. Kepanitiaan

Kepanitiaan Kegiatan Workshop ini adalah:

Penanggung jawab     : Kepala SD Negeri Mukti Usman

Ketua                                     : Jajang Bahrudin, S.Pd.

Sekretaris                   : Abdul Rahman, S.Pd.

Bendahara                  : Omat Saripudin, S.Pd.

Anggota                     : 1. Agus Mulyana, S.Pd. I.

  1. Didin Wahyudin, S.Pd.

 

  1. Materi Kegiatan
  • Komponen RPP menurut Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014
  • Sistematika Penyusunan RPP menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 dan Nomor 103 Tahun 2014
  • Prinsip penyusunan RPP
  • Langkah-langkah Pengembangan RPP
  • Konsep penyusunan RPP berbasis TIK
  • Kelebihan penyusunan RPP berbasis TIK
  • Cara-cara menyusun RPP berbasis TIK

 

  1. Jaadwal Kegiatan Workshop
WAKTU MATERI NARA SUMBER/ PENYAJI
07.30 – 08.15 Pembukaan Panitia, Kepala Sekolah
08.15 – 09.00 –          Komponen RPP menurut Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014

–          Sistematika Penyusunan RPP menurut Permendikbud Nomor 81A  Tahun 2013 dan Nomor 103 Tahun 2014

Ade Dahlan Hidayat, S.Pd., M.M.Pd.

(Pengawas SD UPTD Pendidikan Tanjungsiang)

09.00 – 09.45 Prinsip Penyusunan RPP
09.45 – 10.30 Langkah-langkah Pengembangan RPP
10.30 – 11.00 Istirahat Panitia
11.00 – 11.45 Konsep Penyusunan RPP Berbasis TIK Jajang Bahrudin, S.Pd. (Cakep)
11.45 – 12.30 Kelebihan Penyusunan RPP Berbasis TIK
12.30 – 13.30 Istirahat, sholat, makan Panitia
13.30 – 14.15 Cara-cata penysunan RPP berbasis TIK Jajang Bahrudin, S.Pd. (Cakep)
14.15 – 15.00 Latihan Penysunan RPP berbasis TIK
Hari selanjutnya
Pendampingan penerapan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas

 

  1. Monitoring dan Evaluasi

Kegiatan monitoring dilaksanakan dari mulai tahap perencanaan sampai pelaksanaan dengan menggunakan instrumen monev. Evaluasi pelaksanaan Workshop dilakukan selama dan setelah pelaksanaan Workshop menggunakan instrumen evaluasi.

 

  1. Rencana Tindak lanjut

Secara bertahap dan berkelanjutan meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .

 

  1. RENCANA ANGGARAN BIAYA

RAB WORKSHOP

NO Uraian Kegiatan Volume Jumalah

(Rp)

I Persiapan
Pengadaan Panduan 2 buah 20.000,-
Pengadaan Spanduk 2 m x 1 m 60.000,-
Penggandaan Materi 10 Eks x Rp. 2.000,- 20.000,-
II Palaksanaan/ Implementasi
Transportasi Nara Sumber 1 Org x Rp. 150.000,- 150.000,-
Konsumsi Snack 12 Org x Rp 7.500,- 90.000,-
Air Aqua 1 duz x Rp 15.000 15.000,-
Konsumsi Nasi 12 Org x Rp. 15.000,- 180.000,-
III Pelaporan
Penyusunan Laporan 2 Rangkap 50.000,-
JUMLAH 585.000,-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

 

Kegiatan Workshop yang dilaksanakan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis TIK bagi calaon kepala sekolah dan guru-guru SD Negeri Mukti Usman dan mampu mempraktikannya dalam kegiatan pembelajaran. Indikator keberhasilan dari kegiatan Workshop ini, yaitu Calon Kepala Sekolah memiliki nkemampuan mengawal terlaksananya Workshop secara baik dengan menunjukkan penerapan sikap spiritual, jiwa kewirausahaan, dan kepemimpinan pembelajarandalam setiap tindakan yang dilakukan, serta guru-guru memiliki kemampuan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berbasis TIK dan dapat menerapkan konsep  media pembelajaran, model pembelajaran, dan metode pembelajaran sehingga peserta didik termotivasi dalam kegiatan pembelajaran.

Demikianlah panduan ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak serta kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa yang akan datang

Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat khususnya bagi calaon kepala sekolah dan guru-guru SD Negeri Mukti Usman, umumnya bagi semua yang yang berkecimpung di dunia pendidikan.

Atas perhatian dan kerjasama dari semuannya kami ucapkan terima kasih.

By jajangbahrudin

Promes kelas IV

PROGRAM TAHUNAN
SATUAN PENDIDIKAN : SDN MUKTI USMAN
KELAS : IV (Empat)
TAHUN PELAJARAN : 2016/2017
NO. TEMA SUBTEMA ALOKASI WAKTU
(ME)
1 Indahnya Kebersamaan 1 Keberagaman Budaya Bangsaku 1 Minggu
2 Kebersamaan dalam Keberagaman 1 Minggu
3 Bersyukur atas Keberagaman 1 Minggu
4 Proyek Kelas 1 Minggu
2 Sumber Energi 1 Sumber energi 1 Minggu
2 Manfaat Energi 1 Minggu
3 Energi Alternatif 1 Minggu
4 Kegiatan Pembiasaan Literasi 1 Minggu
3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup 1 Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku 1 Minggu
2 Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku 1 Minggu
3 Ayo, Cintai Lingkungan 1 Minggu
4 Proyek Kelas 1 Minggu
4 Berbagai Pekerjaan 1 Jenis-jenis Pekerjaan 1 Minggu
2 Pekerjaan di Sekitarku 1 Minggu
3 Pekerjaan Orang Tuaku 1 Minggu
4 Kegiatan Pembiasaan Literasi 1 Minggu
5 Pahlawanku 1 Perjuangan Para Pahlawan 1 Minggu
2 Pahlawanku Kebanggaanku 1 Minggu
3 Sikap Kepahlawanan 1 Minggu
4 Proyek Kelas 1 Minggu
6 Indahnya Negeriku 1 Keanekaragaman Hewan dan Tumbuhan 1 Minggu
2 Keindahan Alam Negeriku 1 Minggu
3 Indahnya Peninggalan Sejarah 1 Minggu
4 Proyek Kelas 1 Minggu
7 Cita-Citaku 1 Aku dan Cita-citaku 1 Minggu
2 Hebatnya Cita-citaku 1 Minggu
3 Giat Berusaha Meraih Cita-cita 1 Minggu
4 Proyek Kelas 1 Minggu
8 Tempat Tinggalku 1 Lingkungan Tempat Tinggalku 1 Minggu
2 Keunikan Daerah Tempat Tinggalku 1 Minggu
3 Aku Bangga dengan Daerah Tempat Tinggalku 1 Minggu
4 Proyek Kelas 1 Minggu
9 Makananku Sehat dan Bergizi 1 Makananku Sehat dan Bergizi 1 Minggu
2 Manfaat Makanan Sehat dan Bergizi 1 Minggu
3 Kebiasaan Makanku 1 Minggu
4 Proyek Kelas 1 Minggu
JUMLAH 36 Minggu
Mengetahui Mukti Usman,     Juli 2016
Kepala Sekolah, Guru Kelas IV,
DEDIH HERYANA, S.Pd. JAJANG BAHRUDIN, S.Pd.
NIP. 19630520 198305 1 002 NIP. 19680613 199103 1 013
By jajangbahrudin

RPP Kelas IV Tema 1 Subtema 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 

Satuan Pendidikan        : SDN MUKTI USMAN

Kelas/Semester              :     IV/1

Tema                             :     1. Indahnya Kebersamaan

Sub Tema                      :     1. Indahnya Kebersamaan

Pembelajaran                 : 1 (satu)

Waktu                           :     6 x 35 menit

 

  1. Kompetensi Inti
    1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
    2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga.
    3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
    4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator

IPS.

 3.2   Memahami keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia.

4.2   Menceritakan keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia.

3.2.1  Mengidentifikasi keragaman budaya, etnis, dan agama dari temanteman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia

4.2.1  Mengomunikasikan secara lisan dan tulisan keragaman budaya, etnis, dan agama dari temanteman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia.

 

Bahasa Indonesia

3.1   Menunjukkan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual.

4.1   Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antar gagasan ke dalam kerangka tulis.

3.1.1   Mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis.

4.1.1   Menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran.

 

IPA

3.6 Memahami sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran.

4.6 Menyajikan laporan hasil pengamatan dan/ atau percobaan tentang sifatsifat bunyi.

3.6.1 Menjelaskan cara menghasilkan bunyi.

4.6.1 Menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi.

 

  1. Tujuan Pembelajaran
  2. Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraf dari teks tersebut dengan mandiri.
  3. Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampu menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraf dari teks tersebut dalam bentuk peta pikiran dengan tepat.
  4. Setelah wawancara sederhana, siswa mampu menyebutkan keragaman budaya, etnis, dan agama dari teman-teman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia dengan lengkap.
  5. Setelah diskusi, siswa mampu mengomunikasikan keragaman budaya, etnis, dan agama teman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis.
  6. Setelah eksplorasi, siswa mampu menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan lengkap.
  7. Setelah eksplorasi dan diskusi, siswa mampu menyajikan laporan hasil pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan sistematis.

 

  1. Materi Ajar
  • Keragaman Budaya
  • Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung
  • Sumber-Sumber Bunyi

 

  1. Pendekatan dan Metode Pembelajaran
    1. Pendekatan Pembelajaran : Pendekatan Saintifik.
    2. Metode Pembelajaran : Tanya Jawab, Diskusi, Percobaan

 

  1. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

 

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU
Pendahuluan ·         Siswa berdoa dipimpin oleh guru atau salah satu siswa yang ditunjuk.

·         Sebelum memulai pembelajaran, guru menempelkan gambar seorang anak Bali yang memakai baju tradisional. Di belakang anak ada rumah tradisional Bali.

·         Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

·         Guru memotivasi siswadengan mengajukan pertanyaan:

–          Siapa di antara kalian yang berasal dari suku Minang, Sunda, Bugis, dan lain-lain (disesuaikan dengan kondisi kemajemukan siswa di kelas).

·         Guru mengajak siswa untuk mendiskusikan pakaian adat, rumah tradisional dan makanannya.

·         Guru menyampaikan kepada siswa bahwa hari ini mereka akan belajar banyak tentang budaya Indonesia.

15 menit
Inti KEGIATAN I

·         Siswa secara berpasangan diminta untuk saling menginformasikan tentang asal suku mereka kepada teman di sebelahnya. (Apabila mayoritas siswa berasal dari suku yang sama, siswa bisa menceritakan suku lainnya yang mereka ketahui)

·         Guru melakukan penilaian terhadap satu kelompok saat mereka berdiskusi. Saat menilai, guru menggunakan rubrik. Siswa yang belum dinilai pada kesempatan ini dapat dinilai saat mereka melakukan diskusi di kesempatan lain.

·         Hasil diskusi siswa dibahas secara klasikal dan disimpulkan bersama.

 

KEGIATAN II

·         Guru menyampaikan kepada siswa bahwa masih banyak lagi suku-suku di Indonesia yang mempunyai keunikannya masing-masing.

·         Siswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 siswa dalam setiap kelompok. Siswa bisa diminta untuk menghitung 1 sampai 4 secara berurutan. Setiap siswa kemudian diminta untuk membentuk kelompok berdasarkan nomor urut yang sama.

·         Guru menyampaikan kepada siswa bahwa mereka akan mendapatkan beragam informasi tentang keragaman budaya Indonesia dari teks bacaan yang akan dipelajari. Siswa kemudian diajak untuk mengamati gambar keragaman budaya yang ada di buku dan membaca teksnya dalam hati.

·         Guru membagikan bahan bacaan kepada tiap kelompok.

·         Saat siswa membaca teks, guru berkeliling kelas untuk memastikan seluruh siswa melakukan kegiatan yang dimaksud dengan tertib.

·         Siswa kemudian diminta untuk menuliskan nomor urut di sebelah kiri pada setiap paragraf.

·         Siswa dalam kelompok diminta berdiskusi untuk menjawab pertanyaan tentang isi dari paragraf satu.

–          Guru juga dapat memberikan masukan kepada setiap kelompok untukmengarahkan siswa pada jawaban yang benar.

·         Setiap kelompok kemudian diminta untuk membacakan hasil diskusi mereka di depan kelompok yang lain. Siswa dari kelompok lain diminta untuk memberikan masukan. Setiap siswa diminta mencatat masukan dan komentar sebagai bahan untuk perbaikan dari hasil diskusi mereka.

·         Setelah semua kelompok selesai mengomunikasikan hasil diskusi, guru memberikan penguatan tentang strategi dalam menemukan isi cerita yang biasa dinamakan gagasan pokok/gagasan utama/ide utama/ide pokok/ pokok pikiran, dari suatu paragraf.

–          Setiap bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki gagasan pokok yang diperkuat oleh gagasan pendukung.

–          Gagasan pokok adalah ide utama yang dibahas dalam suatu bacaan, bisa berupa kalimat inti atau pokok paragraf.

–          Gagasan pendukung adalah uraian atau tambahan informasi untuk gagasan pokok.

–          Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan gagasan pokok setiap paragraf.

1. Bacalah paragraf dengan cermat!

2. Cermati kalimat pertama hingga terakhir!

–          Apakah kalimat pertama merupakan gagasan pokok atau gagasan

penjelas? Apakah kalimat kedua yang merupakan gagasan pokok?

–          Teruslah membaca kalimat demi kalimat hingga gagasan pokok paragraf ditemukan.

–          Ingat, gagasan pokok sebagai isi atau inti paragraf dapat terletak

di awal, akhir, awal dan akhir, atau di seluruh paragraf.

·         Siswa masih dalam kelompok diminta untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung paragraf kedua.

·         Guru membimbing jalannya kerja kelompok, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif.

·         Setiap kelompok kemudian mengomunikasikan hasilnya kepada kelompok lainnya. Guru dan siswa dari kelompok lain dapat saling memberikan masukan untuk mendapatkan jawaban yang tepat.

 

KEGIATAN III

Tugas Mandiri

·         Siswa diminta untuk menemukan gagasan utama dan gagasan pendukung dari paragraf ketiga, keempat, dan kelima dari teks yang ada di buku dan menuliskannya pada diagram yang tersedia.

·         Siswa mendapatkan penjelasan bagaimana mengisi diagram dari guru.

Mengisi Diagram

1.      Pastikan siswa memiliki diagram.

2.      Minta siswa menuliskan ‘Gagasan Pokok’ di tengah diagram.

3.      Siswa diminta menemukan paling sedikut 5 gagasan pendukung untuk setiap satu gagasan pokok.

4.      Siswa menuliskan setiap satu gagasan di satu kolom di sekitar gagasan utama.

5.      Isi sisi bintang searah jarum jam.

PARAGRAF 3

·         Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik

180 menit
KEGIATAN IV

·         Siswa kembali diingatkan pada kegiatan di awal pembelajaran tentang keragaman suku dari teman-teman di kelas.

 

Tugas wawancara

·         Setiap siswa diminta untuk mencari informasi dengan cara mewawancarai paling sedikit 8 orang teman di kelas. Informasi yang harus dicari adalah tentang daerah asal dan ciri khas dari daerah tersebut. Siswa menuliskan informasi pada tabel yang tersedia.

 

No Nama Siswa Daerah Asal Ciri Khas Daerah
1. Siti Padang Rendang, Rumah Gadang
2.
3.
4.
5.

 

·         Guru Motivasi siswa untuk menemukan beragam suku yang berbeda dari teman-teman di kelas.

·         Guru mengawasi jalannya wawancara dan berjalan berkeliling untuk memastikan dan memotivasi siswa untuk aktif menjalankan tugasnya.

·         Guru juga memastikan siswa bersikap sopan, berbahasa santun, dan saling menghargai saat wawancara berlangsung.

·         Kegiatan wawancara ini dapat dilakukan lintas kelas untuk memperkaya informasi yang didapat siswa tentang keragaman budaya dan etnis di antara mereka.

·         Usai kegiatan wawancara, siswa kembali ke tempat duduk masing-masing untuk mendapatkan pengarahan pada tugas berikutnya.

·         Guru mengajukan pertanyaan terbuka:

–          Bagaimana sikap kalian kepada teman yang berasal dari suku yang berbeda, dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda?

–          Ceritakan satu pengalaman yang berkesan bersama teman yang berasal dari suku berbeda dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda!

·         Beberapa siswa diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

–          Siswa kemudian secara berpasangan dapat saling menceritakan pengalaman masing-masing bersama teman yang berasal dari suku berbeda dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda.

·         Guru memberikan penguatan tentang pentingnya sikap saling menghargai dalam keragaman budaya, suku,dan agama, serta menjadikan keragaman tersebut sebagai identitas bangsa Indonesia.

Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keragaman tersebut merupakan identitas bangsa Indonesia yang membuat bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kekayaan budaya, suku, dan agama yang berbeda-beda. Keragaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita wajib mensyukurinya. Wujud syukur tersebut dapat dilakukan dalam bentuk sikap saling menghargai antarsuku dan pemeluk agama/kepercayaan yang berbeda.

·         Siswa menjawab pertanyaan dan mengisi tabel tentang sikap saling menghargai yang terdapat di buku secara mandiri.

–          Setelah mendapatkan informasi di atas, jawablah pertanyaan berikut.

1.    Apakah kalian semua berasal dari daerah asal yang sama? Jelaskan!

2.    Apakah kalian mempunyai ciri khas daerah yang sama? Jelaskan!

3.    Bagaimana sikap yang seharusnya kalian tunjukkan terhadap perbedaan yang ada?

–          Nah sekarang, tuliskan apa yang telah kamu lakukan untuk menghargai perbedaan yang ada pada kolom berikut!

 

No Sikap Menghargai Keberagaman
1. Bermain bersama dengan teman yang berlainan agama.
2.
3.
4.
5.

 

–          Kamu juga bisa menuliskan contoh-contoh sikap tidak menghargai keberagaman yang kamu ketahui.

 

No Sikap Menghargai Keberagaman
1. Bermain hanya dengan teman yang satu suku bangsa.
2.
3.
4.
5.

 

·         Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugasnya.

·         Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan.

·         Siswa akan saling berbagi jawaban tentang pengalaman melaksanakan sikap saling menghargai dan contoh sikap tidak menghargai secara berpasangan bersama teman di sebelahnya.

·         Siswa dapat mendiskusikan pengalaman yang menurut mereka menarik.

 

KEGIATAN V

·         Guru menampilkan satu alat musik tradisional dari daerah asal sekolah.

·         Guru diharapkan dapat menyiapkan satu/lebih alat musik yang mudah didapat dari daerah masing-masing.

–          Jika memungkinkan, akan lebih baik jika alat musik yang dihadirkan beragam guna memperkaya pengetahuan dan pengalaman belajar siswa.

·         Siswa dapat juga diminta untuk membawa alat musik tradisional yang mereka miliki di rumah.

·         Guru mengajukan pertanyaan sebagai kegiatan pembuka:

–          Bagaimana cara memainkan alat musik ini sehingga dapat menghasilkan bunyi?

·         Beberapa siswa diminta membunyikan alat musik tersebut di depan kelas.

·         Minta satu/beberapa siswa untuk menjelaskan tentang cara alat musik tersebut dibunyikan. (dipukul, ditiup, digoyang, dipetik, digesek, dsb.)

 

Kerja Mandiri

·         Siswa membaca teks tentang beragam alat musik tradisional yang ada di buku, kemudian mengisi tabel yang tersedia.

 

No Alat Musik Daerah Asal Cara memainkan dan cara

terjadinya bunyi

1. Suling Jawa Barat Alat tersebut dimainkan

dengan cara ditiup sehingga

menimbulkan getaran

pada seruling dan getaran

menghasilkan bunyi.

2.
3.
4.
5.

 

·         Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugas dengan tertib.

·         Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan.

·         Siswa kemudian akan melakukan kegiatan eksplorasi menggunakan benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi yang terdapat di kelas dan sekitarnya.

·         Setiap siswa diminta mengambil lima benda yang ada di kelas dan sekitarnya. Ingatkan siswa untuk memilih benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi dengan cara yang berbeda.

–          Guru dapat menyiapkan beragam benda yang menghasilkan bunyi dengan cara berbeda, seperti peluit (ditiup) , dua tutup panci (dipukul), sendok dan botol kaca (dipukul), kantong plastik (diremas), botol plastik diisi benda-benda kecil (digoyang), dsb. Jika jumlah benda terbatas, setiap siswa dapat mengambil dua benda, yang kemudian akan digunakan secara bergantian.

·         Siswa diminta untuk membunyikan benda-benda tersebut dengan cara yang berbeda.

·         Siswa mengisi tabel yang tersedia berdasarkan hasil eksplorasi.

 

 

 

Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini!

 

Nama Benda Cara Menghasilkan bunyi
Peluit Peluit ditiup sehingga terjadi getaran pada bagian tertentu pada peluit dan getaran tersebut menghasilkan bunyi.

 

·         Siswa menjawab pertanyaan berdasarkan hasil eksplorasi.

–          Menurutmu, bagaimana bunyi dapat dihasilkan oleh benda-benda tadi?

·         Tugas siswa diperiksa guru menggunakanrubrik (penilaian 3)

·         Guru memberikan penguatan.

–          Segala macam bentuk bunyi berasal dari benda yang bergetar.

Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Benda-benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair, dan gas. Akan tetapi, bunyi tidak dapat merambat pada ruang hampa.

 

KEGIATAN VI

·         Siswa dibagi dalam kelompok besar yang dapat terdiri dari 8-10 siswa.

·         Siswa dapat menentukan kelompok secara mandiri berdasarkan jenis alat musik yang disukai.

·         Setiap kelompok diminta untuk menciptakan satu kombinasi bunyi dari beragam benda.

·         Siswa dalam kelompok diberikan kepercayaan untuk mengatur pembagian tugas benda-benda yang mereka telah pilih.

·         Motivasi siswa untuk dapat tertib dan bekerjasama guna menghasilkan satu kesatuan bunyi yang enak di dengar.

·         Ingatkan siswa untuk saling menghargai saat kegiatan berlangsung.

·         Guru berkeliling memastikan setiap kelompok dapat bekerjasama dengan baik.

·         Setiap kelompok dapat menampilkan hasil karya ansambel bunyi mereka secara bergantian.

·         Siswa kemudian menjawab pertanyaan yang terdapat di buku berdasarkan hasil kerjasama mereka dalam menciptakan ansambel bunyi yang enak didengar.

·         Siswa menyimpulkan kegiatan belajar.

 
Penutup ·         Siswa melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa.

–          Apa yang kamu pelajari dari kegiatan hari ini?

–          Apa yang akan kamu lakukan untuk menghargai perbedaan di sekitarmu?

·         Guru dapat menambahkan pertanyaan refleksi berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di Buku Guru.

–          Bagian mana yang sudah kamu pahami dengan baik?

–          Bagian mana yang belum kamu pahami?

–          Apa rencanamu agar kamu lebih paham?

–          Sikap apa yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari

Guru memberikan penguatan dan kesimpulan tentang pembelajaran hari ini.

 

Pengayaan

·         Apabila memiliki waktu, siswa dapat memainkan ansambel bunyi mereka kepada kelas lain.

 

Remedial

·         Siswa yang belum terampil dalam menemukan gagasan utama dan gagasan pokok dapat diberikan contoh-contoh tambahan teks sebagai latihan tambahan. Siswa dapat dibantu oleh siswa lain yang telah sangat terampil dalam menemukan gagasan pokok dan gagasan utama.

15 menit

 

  1. Penilaian

Sikap                          : Observasi

Pengetahuan               : Tes Tertulis dan lisan

Keterampilan              : Kinerja

 

Instrumen Penilaian

  1. Diskusi

Saat siswa melakukan diskusi, guru menilai mereka dengan menggunakan rubrik.

Centang (P) pada bagian yang memenuhi kriteria.

Kriteria Sangat Baik

(4)

Baik

(3)

Cukup

(2)

Perlu

Pendampingan

(1)

Mendengarkan Selalu

mendengarkan

teman yang

sedang berbicara.

 

Mendengarkan

teman yang

berbicara, namun

sesekali masih

perlu diingatkan.

Masih perlu

diingatkan untuk

mendengarkan

teman yang

sedang berbicara.

P

Sering

diingatkan untuk

mendengarkan

teman yang

sedang berbicara

namun tidak

mengindahkan.

Komunikasi non

verbal (kontak

mata, bahasa

tubuh, postur,

ekspresi wajah,

suara)

 

Merespon dan

menerapkan

komunikasi non

verbal dengan

tepat.

Merespon dengan

tepat terhadap

komunikasi

non verbal yang

ditunjukkan

teman.

P

Sering merespon

kurang tepat

terhadap

komunikasi

non verbal yang

ditunjukkan

teman.

Membutuhkan

bantuan dalam

memahami

bentuk

komunikasi

non verbal yang

ditunjukkan

teman.

 

Partisipasi

(menyampaikan

ide, perasaan,

pikiran)

 

Isi pembicaraan

menginspirasi

teman. Selalu

mendukung

dan memimpin

teman lainnya

saat diskusi.

 

Berbicara dan

menerangkan

secara rinci,

merespon sesuai

dengan topik.

 

Berbicara dan

menerangkan

secara

rinci,namun

terkadang

merespon kurang

sesuai dengan

topik.

Jarang berbicara

selama

proses diksusi

berlangsung.

P

 

Penilaian (penskoran) :    x 10

 

Contoh :    x 10 =  x 10 = 5

 

 

  1. Bahasa Indonesia

Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik

Kriteria Sangat Baik

(4)

Baik

(3)

Cukup

(2)

Perlu

Pendampingan

(1)

Gagasan pokok. Menemukan

gagasan pokok

pada semua

paragraf dengan

benar.

Menemukan

sebagian besar

gagasan pokok

pada semua

paragraf dengan

benar.

P

Menemukan

sebagian kecil

gagasan pokok

pada semua

paragraf dengan

benar.

Belum dapat

menemukan

gagsan pokok.

Gagasan

pendukung.

Menemukan

gagasan

pendukung pada

semua paragraf

dengan benar.

Menemukan

sebagian

besar gagasan

pendukung pada

semua paragraf

dengan benar.

Menemukan

sebagian

kecil gagasan

pendukung pada semua paragraf

dengan benar.

P

Belum dapat

menemukan

gagasan

pendukung.

Penyajian

gagasan pokok

dan gagasan

pendukukung

dalam peta

pikiran.

Isi pembicaraan

menginspirasi

teman. Selalu

mendukung

dan memimpin

teman lainnya saat diskusi

P

 

Menyajikan

gagasan pokok

dan gagasan

pendukung

dalam peta

pikiran dengan

tepat.

Menyajikan

sebagian kecil

gagasan pokok

dan gagasan

pendukung

dalam peta

pikiran dengan

tepat.

Belum dapat

menyajikan

gagasan pokok

dan gagasan

pendukung

dalam peta

pikiran.

Sikap: Mandiri Sebagian

besar tugas

diselesaikan

dengan mandiri.

Tugas

diselesaikan

dengan motivasi

dan bimbingan

guru.

P

Tugas

diselesaikan

dengan motivasi

dan bimbingan

guru.

Belum dapat

menyeselesaikan

tugas meski

telah diberikan

motivasi dan

bimbingan.

 

Penilaian (penskoran) :    x 10

 

Contoh :   x 10 =  x 10 = 6,9

 

  1. IPS
    1. Tugas siswa menemukan dan menuliskan informasi tentang keragaman budaya, serta mengomunikasikannya dinilai menggunakan rubrik.
Kriteria Sangat Baik

(4)

Baik

(3)

Cukup

(2)

Perlu

Pendampingan

(1)

Informasi tentang

keragaman

budaya, etnis,

dan agama.

 

Menuliskan

informasi tentang

keragaman

budaya, etnis,

dan agama

teman-teman

di kelas

berdasarkan

hasil wawancara

dengan lengkap.

Menuliskan

sebagian besar

informasi tentang

keragaman

budaya, etnis,

dan agama

teman-teman

di kelas

berdasarkan

hasil wawancara

cukup lengkap.

P

Menuliskan

sebagian kecil

informasi tentang

keragaman

budaya, etnis,

dan agama

teman-teman

di kelas

berdasarkan

hasil wawancara

kurang lengkap.

 

Belum dapat

menuliskan

informasi tentang

keragaman

budaya, etnis,

dan agama

teman-teman

di kelas

berdasarkan hasil

wawancara.

Komunikasi

lisan tentang

keragaman

budaya, etnis,

dan agama.

Mengomunikasikan

secara lisan

tentang

keragaman

budaya, etnis,

dan agama

teman-teman

berdasarkan

hasil wawancara

dengan

sistematis.

 

Mengomunikasikan

secara lisan

sebagian besar

keragaman

budaya, etnis,

dan agama

teman-teman

berdasarkan

hasil wawancara

cukup sistematis.

Mengomunikasikan

secara lisan

sebagian kecil

keragaman

budaya, etnis,

dan agama

teman-teman

berdasarkan

hasil wawancara

kurang

sistematis.

P

Belum dapat

mengomunikasikan

secara lisan

tentang

keragaman

budaya, etnis,

dan agama

teman-teman

berdasarkan hasil

wawancara.

 

Sikap kerjasama. Menunjukkan

sikap kerjasama

dengan semua

teman secara

konsisten.

P

Menunjukkan

sikap kerjasama

dengan semua

teman namun

belum konsisten.

Menunjukkan

sikap kerjasama

hanya dengan

beberapa teman.

Perlu dimotivasi

untuk dapat

bekerjasama.

Santun

dan saling

menghargai.

 

Menunjukkan

sikap santun

dan saling

menghargai

dengan semua

teman secara

konsisten.

Menunjukkan

sikap santun

dan saling

menghargai

dengan semua

teman namun

belum konsisten.

Menunjukkan

sikap santun

dan saling

menghargai

hanya dengan

beberapa teman.

P

Perlu dimotivasi

untuk bersikap

santun dan saling

menghargai

dengan semua

teman.

 

Penilaian (penskoran) :    x 10

 

Contoh :   x 10 =  x 10 = 6,9

 

  1. IPA
    1. Tugas siswa menjelaskan dan menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dinilai menggunakan rubrik.
Kriteria Sangat Baik

(4)

Baik

(3)

Cukup

(2)

Perlu

Pendampingan

(1)

Cara

menghasilkan

bunyi.

Menjelaskan cara

menghasilkan

bunyi dari

semua benda

berdasarkan

hasil eksplorasi

dengan lengkap.

Menjelaskan cara

menghasilkan

bunyi dari

sebagian

besar benda

berdasarkan hasil

eksplorasi cukup

lengkap.

Menjelaskan cara

menghasilkan

bunyi dari

sebagian

kecil benda

berdasarkan hasil

eksplorasi kurang

lengkap.

P

Belum dapat

menemukan

menjelaskan cara

menghasilkan

bunyi dari benda

berdasarkan hasil

eksplorasi.

Laporan

pengamatan

tentang cara

menghasilkan

bunyi.

Menyajikan

laporan

pengamatan

tentang cara

menghasilkan

bunyi dari

semua benda

berdasarkan

hasil eksplorasi

dengan

sistematis.

Menyajikan

laporan

pengamatan

tentang cara

menghasilkan

bunyi dari

sebagian

besar benda

berdasarkan hasil

eksplorasi cukup

sistematis.

P

Menyajikan

laporan

pengamatan

tentang cara

menghasilkan

bunyi dari

sebagian

kecil benda

berdasarkan hasil

eksplorasi kurang

sistematis.

Belum dapat

menyajikan

laporan

pengamatan

tentang cara

menghasilkan

bunyi dari benda

berdasarkan hasil

eksplorasi.

Sikap rasa ingin

tahu.

Tampak antusias

dan mengajukan

banyak ide dan

pertanyaan

selama kegiatan.

Tampak cukup

antusias dan

terkadang

mengajukan ide

dan pertanyaan

selama kegiatan.

Tampak kurang

antusias

dan tidak

mengajukan ide

dan pertanyaan

selama kegiatan.

Tidak tampak

antusias

dan perlu

dimotivasi untuk

mengajukan ide

dan pertanyaan.

P

 

Penilaian (penskoran) :    x 10

 

Contoh :   x 10 =  x 10 = 5

 

  1. Percobaan IPA dinilai menggunakan rubrik.
Kriteria Sangat Baik

(4)

Baik

(3)

Cukup

(2)

Perlu

Pendampingan

(1)

Penerapan

Konsep

Memperlihatkan

pemahaman

konsep dengan

menunjukkan

bukti

pendukung dan

menyampaikan

pemahaman inti

dari konsep yang

sedang dipelajari

dengan benar.

Memperlihatkan

pemahaman

konsep dengan

menunjukkan

bukti pendukung

namun

perlubantuan

saat

menyampaikan

pemahaman inti

dari konsep yang

yang sedang

dipelajari.

Memperlihatkan

pemahaman

konsep dengan

menunjukkan

bukti yang

terbatas dan

penyampaian

pemahaman inti

dari konsep tidak

jelas.

P

Perlu

bimbingan saat

menyampaikan

bukti dan

pemahaman inti

dari konsep yang

dipelajari.

 

Komunikasi Hasil percobaan

disampaikan

dengan jelas,

obyektif dengan

didukung data

penunjang.

Hasil percobaan

disampaikan

dengan jelas

dan didukung

sebagian data

penunjang.

P

Hasil percobaan

disampaikan

denga njelas

namun hanya

didukung

sebagian kecil

data penunjang.

Hasil percobaan

disampaikan

dengan kurang

jelas dan tanpa

data penunjang.

 

Prosedur dan

Strategi

 

Seluruh data

dicatat, langkah

kegiatan

dilakukan secara

sistematis dan

strategi yang

digunakan

membuat

percobaan

berhasil.

 

Seluruh data

dicatat, langkah

kegiatan

dilakukan secara

sistematis

namun masih

membutuhkan

bimbingan dalam

menemukan

strategi agar

percobaan

berhasil.

Sebagian besar

data dicatat,

langkah kegiatan

dan strategi

dilakukan secara

sistematis

setelah

mendapat

bantuan guru.

Sebagian kecil

data dicatat,

langkah kegiatan

tidak sistematis

dan strategi

yang dipilih tidak

tepat.

P

 

Penilaian (penskoran) :    x 10

 

Contoh :   x 10 =  x 10 = 5

  1. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

Media/Alat :

  • Gambar gambar seorang anak Bali yang memakai baju tradisional. Di belakang anak ada rumah tradisional Bali.
  • Bahan bacaan tentang “Keragaman Budaya Indonesia”
  • Teman-teman di sekolah sebagai narasumber kegiatan wawancara.
  • Alat musik tradisional daerah masingmasing.
  • Beragam benda di kelas dan sekitarnya

 

Sumber Belajar :

  • Lingkungan Sekolah
  • Buku Guru Kelas IV Tema I Indahnya Kebersamaan. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Draff 2016). Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Halaman 3-18.
  • Buku Siswa Kelas IV Tema I Indahnya Kebersamaan. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Draff 2016). Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Halaman 1-16.

 

Mengetahui

Kepala Sekolah

 

 

 

 

DEDIH HERYANA, S.Pd.

NIP. 19630520 198305 1 002

Mukti Usman,  18 Juli 2016

Guru Kelas IV,

 

 

 

 

JAJANG BAHRUDIN, S.Pd.

NIP. 19680613 199103 1 013

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

MATERI MATERI PEMBELAJARAN

  1. Gambar Anak / Penari Bali
  2. Bacaan tentang Keberagaman Budaya Bangsa

Pawai Budaya

Pawai Budaya sangat menarik bagi warga Kampung Babakan. Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia. Udin dan teman-teman tidak pernah bosan menanti rombongan pawai lewat. Tahun ini mereka datang ke alun-alun untuk melihat pawai tersebut. Kakek Udin pun terlihat sabar menanti.

Terdengar suara gendang yang menandakan rombongan pawai semakin dekat. Di barisan pawai terdepan terlihat rombongan dari Maluku. Rombongan laki-laki mengenakan kemeja putih, jas merah, dan topi tinggi dengan hiasan keemasan. Rombongan perempuan mengenakan baju Cele. Baju ini terdiri dari atasan putih berlengan panjang serta rok lebar merah. Langkah mereka diiringi oleh suara Tifa, alat musik dari Maluku. Bunyinya seperti gendang, namun bentuknya lebih ramping dan panjang. Budaya Maluku sangat unik dan menarik.

Budaya Bali terkenal karena bunyi musiknya yang berbeda. Rombongan dari Bali membunyikan alat musik daerahnya, Ceng-Ceng namanya. Alat ini berbentuk seperti dua keping simbal yang terbuat dari logam. Nyaring bunyinya ketika kedua keping ini dipadukan.

 

Rombongan dari Bali diikuti oleh rombongan dari Toraja. Wanita Torajamemakai pakaian adat yang disebut baju Pokko. Rombongan laki-laki menggunakan pakaian adat yang disebut Seppa Tallung Buku. Rombongan Toraja membunyikan alat musik khas mereka, Pa’pompang namanya. Alat musik ini berupa suling bambu besar yang bentuknya seperti angklung. Unik bentuknya, unik pula bunyinya. Budaya Toraja sangat menarik untuk dipelajari.

Udin dan teman-teman senang melihat pawai budaya. Selalu ada hal baru yang mereka perhatikan setiap tahun. Pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia selalu menyenangkan untuk diamati. Benar kata Ibu Udin, kebudayaan Indonesia memang sangat beragam. Kaya dan mengagumkan.

 

  1. Gagasan Utama dan Gagasan Pendukung

Setiap bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki gagasan pokok yang diperkuat oleh gagasan pendukung. Gagasan pokok adalah ide utama yang dibahas dalam suatu bacaan, bisa berupa kalimat inti atau pokok paragraf. Gagasan pendukung adalah uraian atau tambahan informasi untuk gagasan pokok.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan gagasan pokok setiap paragraf.

  1. Bacalah paragraf dengan cermat!
  2. Cermati kalimat pertama hingga terakhir!
  • Apakah kalimat pertama merupakan gagasan pokok atau gagasan penjelas?
  • Apakah kalimat kedua yang merupakan gagasan pokok?
  • Teruslah membaca kalimat demi kalimat hingga gagasan pokok paragraf ditemukan.
  • Ingat, gagasan pokok sebagai isi atau inti paragraf dapat terletak di awal, akhir, awal dan akhir, atau di seluruh paragraf.
    1. Sumber bunyi

 

Selain kaya akan budaya, tarian, dan makanan khas daerah, Indonesia juga kaya akan jenis alat musik. Berikut adalah contoh alat musik yang dimiliki oleh berbagai suku di Indonesia. Cara memainkannya berbeda-beda. Kecapi yang berasal dari Jawa Barat dimainkan dengan cara dipetik. Angklung yang berasal dari Jawa Barat dimainkan dengan cara digoyangkan. Saluang yang berasal dari Sumatra Barat dimainkan dengan cara ditiup. Kendang yang berasal dari Jawa barat dan Tifa dari Papua dimainkan dengan cara dipukul.

Berbagai alat musik tradisional

Angklung
Kendang
Tifa
Kecapi
Saluang

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KEGIATAN (LK 1)

 

Kelompok            : …………………………………………

 

Tulislah nomor urut di sebelah kiri pada setiap paragraf dengan nomor 1 sampai 5. Bersama teman kelompokmu, jawablah pertanyaan berikut untuk paragraf pertama!

Apa yang dibicarakan pada paragraf ke 1?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sampaikan hasil diskusimu di depan kelas.

Catatlah komentar teman atau gurumu untuk perbaikan

Anggota Kelompok :  1.

2.

3.

4.

5.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KEGIATAN (LK 2)

 

 

Kelompok             : ………………………………………………        

                                                 

Bacalah paragraf kedua dan temukan gagasan pokok dan gagasan pendukungnya. Kamu bisa berdiskusi dengan teman kelompokmu. Sampaikan hasilnya di depan kelas.

Paragraf 2

Isilah peta konsep di bawah ini!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Catatlah komentar teman atau gurumu untuk perbaikan

Anggota Kelompok :  1.

2.

3.

4.

5.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KEGIATAN (LK 3)

 

 

Kelompok           :                             

                        

Apakah bunyi yang dihasilkan dari benda-benda itu sudah enak di dengar?

Mengapa?

 

 

 

 

 

Secara berkelompok, bunyikanlah berbagai jenis barang seperti botol, sendok, ember, dan tutup panci. Usahakanlah agar bunyi yang dihasilkan enak didengar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa yang kalian lakukan dalam kelompok sehingga alat-alat yang kalian mainkan menghasilkan bunyi?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana caramu dan anggota kelompokmu bekerja sama agar menghasilkan bunyi yang enak didengar dengan alat yang beragam itu?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anggota Kelompok :  1.

2.

3.

4.

5.

 

By jajangbahrudin

Pemberitahuan Pemberkasan Tunjangan Profesi Tahun 2015

informasi pemberkasan terkait tunjangan profesi tahun 2015

Data dan Informasi Disdik Kab. Subang

Berkenaan dengan renaca penyaluran tunjangan profesi untuk Tahun Anggaran 2015 bagi guru maupun guru dalam jabatan yg telah memiliki sertifikat pendidik dan yang memenuhi persyaratan baik untuk PNSD maupun BPNS, dengan ini kami informasikan berkenaan dengan surat pemberitahuan pemberkasan dan persyaratannya yg dapat di download di bawah ini. terimakasih

download surat pemberitahuan pemberkasan

download format biodata

download surat pernyataan dan surat pertanggungjawaban mutlak

Lihat pos aslinya

By jajangbahrudin

Kesempatan Emas! Tes CPNS Honorer K2 Diulang, Ada 80 Ribu Formasi

NQ-net

ilustrasi-tes-CPNS-4-140717-andriJakarta – Pemerintah memberikan kesempatan terakhir bagi para tenaga honorer kategori 2 (k2) untuk mengikuti tes ulang calon pegawai negeri sipil (CPNS). Rencananya tes itu digelar setelah lebaran atau sekitar bulan Juli atau Agustus.

Hal itu dilakukan karena adanya data-data manipulasi para pegawai honorer yang telah lulus seleksi tes CPNS. “Pelaksanaannya secepatnya setelah lebaran. Sekitar Juli atau Agustus,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Senin (2/3/2015).

Dia menuturkan, peserta yang lulus tes nantinya akan mengisi formasi sekitar 80 ribu formasi. Angka itu merupakan jumlah dari peserta tes CPNS jalur K2 yang lulus tahun lalu, tetapi disinyalir bodong.

Lihat pos aslinya 112 kata lagi

By jajangbahrudin

Dukung Kebijakan K13, Dapodikdas Luncurkan Versi 3.0.3

fitur baru aplikasi dapodik

NQ-net

Yusuf-Rokhmat-300x200Jakarta (Dikdas): Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) merilis versi terbarunya, 3.0.3, pada 29 Januari 2015. Versi ini merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya 3.0.2 yang dirilis pada awal Januari 2015.

Menurut Yusuf Rokhmat, Koordinator Pengelola Dapodikdas di Sub Bagian Data dan Informasi, Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, penyempurnaan dilakukan guna mengakomodasi keinginan Mendikbud Anies Baswedan. Hal tersebut disampaikan Anis saat melakukan inspeksi mendadak ke ruang Dapodikdas pada 14 Januari 2015.

Lihat pos aslinya 195 kata lagi

By jajangbahrudin

Laporan Data Individu Tahun 2015

Data dan Informasi Disdik Kab. Subang

Sehubungan dengan pengisian bahan pelaporan secara umum, guna kepentingan Laporan berupa Statistik Pendidikan dan Profil Pendidikan Tahun Pelajaran 2014/2015, kami sangat memerlukan data laporan individu sekolah (TK, SD, SMP, SMA dan SMK) baik negeri maupun swasta, yang berada di wilayah binaan Saudara.

Untuk mempermudah cara pengisian laporan individu dimaksud, kami lampirkan format “Laporan Individu Sekolah” berdasarkan jenjang pendidikan, untuk diisi sesuai dengan keberadaan atau kondisi yang ada di sekolah Saudara.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, kami mohon bantuan saudara untuk dapat segera mengirimkan laporan data individu sekolah dimaksud (dalam bentuk softcopy dan hardcopy) ke Bidang Program untuk TK/SD melalui UPTD sedangkan untuk SMP/SMA/SMK melalui komisariat masing-masing, paling lambat tanggal 30 Januari 2015.

Demikian, atas bantuan dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.

download surat laporan individu

download format laporan individu

Lihat pos aslinya

By jajangbahrudin

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Satu kereta gantung di San Francisco mengangkut 60 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 370 kali di 2014. Jika itu adalah kereta gantung, dibutuhkan sekitar 6 perjalanan untuk mengangkut orang sebanyak itu.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

By jajangbahrudin

Aplikasi Raport SD Kurikulum 2013 Versi LPMP

NQ-net

Seperti yang kita ketahui kemarin-kemarin banyak sudah bermunculan Aplikasi Raport SD Kurikulum 2013 dengan kelebihan dan kekurangannya, namun tak ada salahnya jika saya ingin berbagi lagi sebuah Aplikasi Raport SD Kurikulum 2013 yang merupakan karya dari Bapak Sri Wasono Widodo, salah seorang Widyaiswara LPMP Jawa Tengah. Jadi dengan melihat pembuatnya aplikasi ini saya rasa sangat bagus untuk dijadikan sebuah rujukan.

Walau banyak aplikasi berbayar yang bagus, namun aplikasi ini tidak akan kalah dengan yang berbayar walaupun gratisan.

Perlu diperhatikan sebelum Anda memakai Aplikasi Raport SD Kurikulum 2014 ini Anda harus membaca betul-betul petunjuknya

Petunjuk Aplikasi Raport SD Kurikulum 2013
LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN APLIKASI (REV)

Download Aplikasi Raport SD Kurikulum 2013 kelas 1 semester 1
APL RAPOR K-13 SD (REVISI BG) 1.1 V.06.06

Download Aplikasi Raport SD Kurikulum 2013 kelas 2 semester 1
APL RAPOR K-13 SD (REVISI BG) 2.1 V.06.06

Download Aplikasi Raport SD Kurikulum 2013kelas 4 Semester 1

Lihat pos aslinya 47 kata lagi

By jajangbahrudin

Model Pelaksanaan Ekskul Wajib Kepramukaan

tunas63

Dalam Kurikulum 2013, pendidikan  kepramukaan  ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. Hal ini mengandung makna bahwa pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan  kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan  kepramukaan  di lingkungan satuan pendidikan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kegiatan–kegiatan melalui  di lingkungan  sekolah  (intramural)  dan  di  luar sekolah  (ekstramural)  sebagai upaya  memperkuat proses pembentukan  karakter bangsa yang berbudi pekerti luhur  sesuai dengan nilai dan moral Pancasila. Pendidikan Kepramukaan  dinilai sangat penting.  Melalui pendidikan  kepramukaanakan timbul rasa memiliki, saling tolong menolong, mencintai tanah air dan mencintai alam. Karenanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan setiap sekolah melaksanakan  ekstrakurikuler  pendidikan kepramukaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia…

Lihat pos aslinya 278 kata lagi

By jajangbahrudin